Cura Pessoal

Cura Pessoal

Manfaat Diet Pescatarian untuk Kesehatan – Bila diet vegetarian terasa berat karena cuma boleh makan makanan dari sumber nabati, diet pescatarian mungkin lebih pas untukmu. Sebab, selain memperbanyak sayur dan buah, diet pescatarian masih membolehkanmu makan produk hewani, yaitu ikan dan makanan laut lainnya.

Yuk, Kenali Diet Pescatarian dan Manfaatnya bagi Kesehatan - MNews

Mirip vegetarian, seorang pescatarian bisa mengonsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, telur, susu, tetapi menjauhi daging dan unggas. Akan tetapi, perbedaan mencoloknya adalah pescatarian dapat mengonsumsi ikan, kepiting, udang, dan jenis seafood lainnya. Singkatnya, pescatarian adalah diet yang menambahkan makanan laut makanan laut ke dalam pola makan vegetarian.

Melansir http://94.237.65.201/, istilah pescatarian sendiri diciptakan pada awal 1990-an dan merupakan kombinasi dari bahasa Italia yakni “pesce” yang berarti ikan dan “vegetarian.” Mengonsumsi makanan dari bahan nabati memiliki berbagai manfaat kesehatan, begitu pula dengan penambahan ikan dan makanan laut lainnya.

1. Dapat mencegah berbagai masalah jantung dan stroke

Ikan, terutama yang berlemak, adalah sumber asupan asam lemak omega-3 rantai panjang. Lemak tak jenuh ini sangat bermanfaat bagi manusia. Karenanya, ikan merupakan salah satu makanan paling sehat untuk jantung.

Berbagai penelitian skala besar telah menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi ikan secara teratur memiliki tekanan darah lebih rendah, risiko irama jantung abnormal yang lebih rendah, penurunan risiko stroke, serta risiko serangan jantung yang lebih rendah dibanding orang-orang yang tidak mengonsumsi ikan.

Dalam diet pescatarian juga mengonsumsi banyak makanan nabati. Berdasarkan penelitian berjudul “Cardio-Metabolic Benefits of Plant-Based Diets” dari jurnal Nutrients tahun 2017, orang yang mengonsumsi sayur dan buah dalam kadar yang tinggi memiliki risiko penyakit jantung koroner yang lebih kecil dibanding yang tidak.

2. Dapat mencegah kanker kolorektal

Mengurangi atau bahkan tidak mengonsumsi daging merah dapat menurunkan risiko kanker. Menurut studi berjudul “Vegetarian Dietary Patterns and the Risk of Colorectal Cancers” dalam jurnal JAMA Internal Medicine pada 2015, diet pescatarian dikatakan memiliki efek perlindungan yang kuat terhadap kanker kolorektal atau kanker yang terjadi di usus besar dan rektum.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pola makan diet pescatarian memiliki risiko dari semua kanker kolorektal yang jauh lebih rendah dibanding nonvegetarian. Hal ini juga termasuk risiko kanker usus besar yang diteliti secara spesifik.

3. Dapat menurunkan risiko diabetes dan peradangan

Mengonsumsi makanan berbahan dasar nabati juga dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik. Hal ini juga meliputi beberapa kondisi seperti resistansi insulin tekanan darah tinggi, dan obesitas.

Kemudian, menurut http://curapessoal.com/ bahan-bahan nabati juga kaya akan zat antiinflamasi dan antioksidan seperti flavonoid, senyawa alami yang biasa ditemukan di tumbuhan. Flavonoid memiliki sifat antiinflamasi dan antidiabetes.

4. Baik untuk kesehatan otak

Fungsi otak manusia menurun seiring bertambahnya usia. Meski ini hal normal, tetapi beberapa penyakit neurodegeneratif serius seperti Alzheimer juga dapat menyerang. Karenanya, melindungi otak untuk mencegah penyakit seperti ini sejak dini dengan mengonsumsi ikan penting dilakukan.

Banyak penelitian observasional yang menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak ikan memiliki tingkat penurunan mental yang lebih lambat. Mengonsumsi ikan setiap minggunya juga meningkatkan materi abu-abu, jaringan fungsional utama di otak yang berfungsi untuk mengatur emosi dan memori.