Cura Pessoal

Cura Pessoal

5 Buah Paling Ampuh yang Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan

5 Buah Paling Ampuh yang Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan – Berat badan menjadi isu yang banyak diperhatikan. Karena, bukan hanya menyangkut penampilan, tetapi juga kesehatan. Selain dengan olahraga, hal penting yang harus diperhatikan saat menurunkan berat badan adalah asupan yang dikonsumsi sehari-hari. Demi mendukung kesuksesan diet, para ahli menyarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

Berikut ini adalah beberapa buah yang sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh kamu yang ingin sukses mencapai berat badan ideal.

1. Apel

Khasiat Buah Apel yang Cocok untuk 6 Penyakit Ini

Buah yang pertama sangat direkomendasikan untuk menurunkan berat badan adalah apel. Usahakan makan apel bersama kulitnya karena kulitnya itu mengandung asam ursolat. Sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal Obesity Reviews tahun 2017 mengupas lebih dalam manfaat asam ursolat. Hasilnya, senyawa tersebut dapat meningkatkan laju pembakaran kalori (thermogenesis), meningkatkan massa otot, dan meningkatkan kebugaran fisik.

Perempuan yang mengonsumsi apel memiliki jumlah kalori paling sedikit. Kemudian, perempuan yang makan apel dan pir mengalami penurunan berat badan, sementara yang mengonsumsi cookies gandum tidak mengalami perubahan.

2. Raspberry dan blackberry

Blackberry Raspberry Pie Bars | Beantown Baker

Semua jenis buah berry menyehatkan, tetapi raspberry dan blackberry memiliki kandungan serat paling tinggi berdasarkan data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Dalam 100 gram buah blackberry, terdapat serat sebanyak 5,3 gram, sementara pada rasberry mengandung dan 6,5 gram serat.

Serat ini berperan besar dalam program penurunan berat badan. Melansir http://downloadjoker123.org/ , sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa langkah sederhana mengonsumsi 30 gram serat per hari dapat menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin, sama efektifnya dengan mengikuti program diet yang lebih rumit.

3. Semangka

Profil Kandungan Semangka yang Menyehatkan, Termasuk Asam Amino

Berdasarkan data USDA, lebih dari 90 persen kandungan semangka terdiri dari air. Dengan begitu, mengonsumsinya selain bisa memenuhi kebutuhan cairan tubuh, juga memberikan rasa kenyang lebih lama.

Sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal Nutrients melibatkan 33 orang dewasa yang mengalami obesitas. Mereka memberi dua jenis camilan yang berbeda tiap harinya, yakni dua cangkir semangka segar dan cookies rendah lemak, masing-masing memiliki jumlah kalori yang sama.

Setelah empat minggu, kelompok yang mengonsumsi semangka segar menunjukkan penurunan berat badan, indeks massa tubuh, dan tekanan darah. Sementara itu, mereka yang mengonsumsi cookies justru mengalami kenaikan tekanan darah dan lemak tubuh secara signifikan.

4. Mangga

7 Manfaat Mangga untuk Kesehatan Halaman all - Kompas.com

Rasanya yang manis bisa menjadi alternatif buat kamu yang suka makanan manis tapi nggak ingin gemuk. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition & Food Sciences menemukan bahwa konsumsi mangga dapat menurunkan asupan gula pada orang dewasa, menurunkan berat badan, serta meningkatkan asupan serat dan kalium.

Penelitian lain yang dimuat dalam jurnal Food & Function tahun 2012 menunjukkan bahwa ekstrak mangga mampu menghambat pembentukan jaringan lemak. Tentunya ini kabar gembira bagi yang sedang menjalani program diet, karena mangga bisa dengan mudah mendapatkan dan harganya pun terjangkau.

5. Alpukat

Payudara Bisa Besar dengan Makan Alpukat, Benarkah?

Jenis buah lainnya yang layak kamu konsumsi untuk menurunkan berat badan adalah alpukat. Penelitian yang terbit dalam Nutrition Journal menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi alpukat cenderung lebih banyak makan sayur, buah, lemak tak jenuh (lemak baik), vitamin E, K, magnesium, serta kalium daripada orang yang tidak makan alpukat.

Bukan hanya itu, mereka yang rutin makan alpukat memiliki berat badan, indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan risiko penyakit sindrom metabolik yang lebih rendah daripada yang bukan pemakan alpukat.