5 Manfaat Madu Manuka bagi Kesehatan dan Kecantikan

5 Manfaat Madu Manuka bagi Kesehatan dan Kecantikan

5 Manfaat Madu Manuka bagi Kesehatan dan Kecantikan – Pernah dengar madu manuka yang berasal dari Selandia Baru ini? Atau mungkin pernah melihatnya saat sedang berbelanja ke swalayan? Atau kamu termasuk yang rutin mengonsumsinya. Madu manuka adalah madu monofloral (dibuat seluruhnya, atau hampir seluruhnya, dari nektar satu jenis bunga) dari pohon manuka (Leptospermum scoparium).

Madu ini cukup populer dikonsumsi karena membawa banyak manfaat bagi kesehatan dari berbagai kandungan nutrisinya. Apa saja, sih, manfaat madu manuka.

1. Menyembuhkan luka, infeksi, bahkan luka pada pasien diabetes

Berdasarkan https://christian-mommies.com/ sebuah laporan dalam jurnal Frontiers in Microbiology tahun 2016, sejak zaman dulu madu telah digunakan untuk mengobati luka, seperti luka bakar dan bisul. Penggunaannya pun sudah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada tahun 2007.

Madu memiliki sifat antibakteri dan antioksidan. Sembari menjaga area luka yang lembap, madu juga dapat mencegah infeksi mikroba pada luka.

Beberapa studi telah membuktikan bahwa madu manuka dapat memperkuat regenerasi jaringan, meningkatkan penyembuhan luka, bahkan mengurangi rasa sakit pada pasien yang menderita luka bakar.

Sebuah studi dalam jurnal Revue de Chirurgie Orthop├ędique et R├ęparatrice de l Appareil Moteur tahun 1998 memberikan madu manuka pada luka yang tak kunjung sembuh pada 40 partisipan selama 2 minggu. Hasilnya, 88 persen luka mengecil dan membangun lingkungan asam pada luka, yang artinya dapat mendukung penyembuhannya.

2. Mengurangi plak, radang gusi, dan perdarahan gusi

Khasiat madu untuk kesehatan gigi dan mulut pun juga diteliti berbagai penelitian. Ada studi yang menemukan bahwa madu manuka memiliki sifat antibakteri yang tinggi, yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri mulut yang berbahaya, yang bisa menimbulkan plak gigi, radang gusi, dan kerusakan gigi. Contohnya adalah bakteri Porphyromonas gingivalis dan Aggregatibacter actinomycetemcomitans.

Sebuah studi dalam Journal of International Academy of Periodontology tahun 2004 melaporkan bahwa mengunyah madu selama 10 menit dapat mengurangi plak gigi, radang gusi, dan gusi berdarah secara signifikan.

3. Membantu mengobati sakit tenggorokan dan nyeri akibat kemoterapi atau radiasi

Sifat antivirus dan antibakteri dalam madu manuka dapat mengurangi peradangan dan nyeri. Bahkan, madu manuka juga dapat melapisi lapisan dalam tenggorokan dan memberi efek menenangkan.

Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Oral Rehabilitation tahun 2000, bakteri Streptococcus Mutans menurun secara signifikan pada pasien yang menjalani perawatan kemoterapi. Bakteri tersebut terkenal juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

Selain itu, studi dalam jurnal British Journal of Oral and Maxillofacial Surgery tahun 2012 melaporkan bahwa madu manuka dapat mengurangi bakteri mulut yang menyebabkan mukositis, yakni gangguan kesehatan mulut akibat kemoterapi. Mukositis bisa menyebabkan peradangan dan ulserasi pada selaput lendir yang melapisi kerongkongan dan saluran pencernaan.

4. Mengobati fibrosis kistik

Fibrosis kistik adalah kelainan bawaan yang dapat merusak paru-paru dan bisa memengaruhi sistem pencernaan hingga organ tubuh lainnya. Hal tersebut juga memengaruhi sel-sel yang dapat menghasilkan lendir, membuatnya jadi kental, bahkan lengket secara abnormal di area saluran udara, sehingga menyebabkan sulit bernapas.

Madu manuka ampuh melawan bakteri penyebab infeksi saluran perbatasan bagian atas, yakni bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Burkholderia spp. Terbukti dalam sebuah studi dalam jurnal Archives of Microbiology tahun 2015. Madu manuka dapat menghambat pertumbuhan bakteri tersebut dengan cara bekerja sama dengan pengobatan antibiotik.

5. Memerangi jerawat

Jerawat bisa muncul karena berbagai sebab, seperti perubahan hormonal, pola makan yang buruk, penggunaan rias wajah, jarang membersihkan muka, dan sebagainya yang memicu pertumbuhan bakteri pada pori-pori yang tersumbat.Meski demikian, penelitian terhadap penyembuhan jerawat masih membutuhkan untuk membuktikan kemampuan sang madu ini.