Cura Pessoal

Cura Pessoal

6 Jenis Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Bikin Cepat Tua

6 Jenis Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Bikin Cepat Tua – Sudah jadi hukum alam, tiap makhluk hidup akan menjadi tua. Permasalahannya, ada sebagian orang pada usia yang sudah tidak muda lagi tetap sehat dan terlihat awet muda, sementara sebagian lagi yang usianya jauh lebih junior tetapi sudah memiliki tanda-tanda penuaan di sana-sini. Seperti kulit wajah kusam, keriput, nyeri sendi, mudah lupa, dan sebagainya.

Ada banyak penyebab terjadinya penuaan dini. Di antaranya adalah polusi udara, paparan sinar matahari, tingkat stres, serta gaya hidup, seperti pola makan yang buruk. Berikut bawah ini akan dibahas mengenai jenis makanan dan minuman apa saja yang jika sering dikonsumsi akan memicu penuaan dini, baik dari segi penampilan (wajah) maupun berbagai risiko penyakit.

1. Keripik kentang

KERIPIK KENTANG ORIGINAL SUPER 2.5KG |KHAS GARUT | Lazada Indonesia

Kalau kamu lagi ingin ngemil yang renyah-renyah, bisa memilih biskuit dari gandum utuh atau potongan sayuran seperti zukini yang jauh lebih sehat. Memilih keripik kentang sebagai camilan bisa memicu penuaan dini akibat kandungan asam lemak trans di dalamnya.

Lisa mengatakan, Interleukin 6 merupakan penanda peradangan (inflamasi) yang berkaitan dengan proses penuaan. Alasan lain menghindari konsumsi keripik kentang adalah proses penggorengan, yang meskipun menggunakan minyak nabati tetapi dapat mengganggu respirasi sel dan menurunkan daya tahan tubuh.

2. Daging asap

Daging Asap Bisa Tercipta di Dapur Rumah dengan 5 Tips Simpel Ini

Rasanya memang gurih dan sedap, tetapi hindari konsumsi daging asap terlalu sering jika kamu ingin tetap awet muda. Daging asap mengandung pengawet nitrat yang bisa memicu berbagai penyakit.

Kesimpulan ini didapatkan lewat penelitian yang terbit dalam Journal of Alzheimer’s Disease. Diketahui, terdapat hubungan erat antara peningkatan kandungan nitrat pada makanan dan lingkungan dengan tingginya kematian akibat penyakit diabetes mellitus dan penyakit terkait usia seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

3. Gula

Gula Bit vs Gula Tebu, Mana yang Lebih Sehat?

Jangan lagi terlena dengan rasa manisnya. Gula menjadi salah satu musuh utama bagi kamu yang sedang berjuang melawan penuaan dini.

Dr. Tasneem Bhatia, MD, pakar penurunan berat badan dan penulis What Doctors Eat dan The 21-Day Belly Fix menjelaskan, gula dapat memicu peradangan, penghalang utama bagi siapa pun yang ingin mendapatkan kulit yang bening dan cantik. Efek buruk lain dari gula adalah bisa merusak elastin dan kolagen, dua komponen penting yang membuat kulit tampak lembut dan kenyal.

4. Daging merah

Pro Kontra Kurangi Konsumsi Daging Merah dan Kesehatan

Terlalu sering makan daging merah (sapi, babi, kambing, dan lain-lain), tanpa diimbangi asupan serat yang cukup, misalnya dari buah-buahan dan sayuran, terbukti secara ilmiah dapat mempercepat usia biologis kamu.

Sebagai informasi, usia biologis merupakan usia sebenarnya tubuh seseorang. Sementara itu, usia kronologis adalah usia yang tercantum dalam KTP, dihitung sejak kamu lahir. Usia biologis seseorang bisa lebih muda atau lebih tua dari usia kronologis. Tergantung pada kesehatan gen serta risiko yang berhubungan dengan penyakit terkait usia, seperti penyakit Alzheimer, demensia, osteoporosis, dan kanker.

Melansir https://slot-online.games/ , menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Glasgow, Skotlandia, dan diterbitkan di jurnal Aging, peningkatan kadar serum fosfat secara moderat yang diakibatkan konsumsi daging merah, disertai pola makan keseluruhan yang buruk akan meningkatkan usia biologis seseorang. Dengan kata lain, boleh jadi umur masih muda, tapi di dalam tubuhnya mengalami penuaan dini.

5. Minuman bersoda

Minuman Soda dan Minuman Berkarbonasi, Apa Bedanya?

Bahaya minuman bersoda tak bisa dianggap sepele. Berdasarkan studi yang dimuat dalam jurnal BMJ, dari berbagai jenis pangan olahan tinggi, minuman bersoda jadi kontributor utama asupan harian gula tambahan di Amerika Serikat (AS), yaitu 17,1 persen. Maka, jika kamu ingin mengurangi peradangan yang penyebabnya oleh gula, mulai sekarang harus membuang jauh-jauh kebiasaan minum minuman bersoda. Paling tidak, batasi konsumsinya.

Minuman bersoda juga berdampak buruk bagi kesehatan gigi. Sering minum minuman bersoda juga bisa menyebabkan terkikisnya enamel gigi akibat asam, yang menyebutnya dengan erosi gigi (dental erosion).

Studi yang terbit dalam Journal of the American Dental Association meneliti 379 jenis minuman yang beli di toko. Hasilnya, sebanyak 85 minuman bersoda masuk dalam kategori “sangat erosif” dan “erosif”. Sangat erosif adalah minuman dengan pH di bawah 3,0, sementara yang erosif memiliki pH 3,0–3,99. Keduanya masuk dalam kategori minuman asam.

6. Makanan yang dipanaskan

Bahaya Di Balik Makanan yang Dihangatkan

Kehadiran microwave memang sangat membantu, terutama bagi kamu yang sibuk. Tinggal panaskan makanan beku, hidangan lezat pun tersedia dan siap menyantapnya.

Sayangnya, melansir Eat This, Not That!, menurut Kayleen St. John, RD dari Natural Gourmet Institute, makanan beku umumnya tinggi kadar garam, yang dapat menimbulkan retensi air, menyebabkan pembengkakan dan membuat penampilan jadi lebih tua.