Anak Kurus Tak Mau Sayur dan Buah

Anak Kurus Tak Mau Sayur dan Buah

Anak Kurus Tak Mau Sayur dan Buah

Anak Kurus Tak Mau Sayur dan Buah – Menurut angka kecukupan gizi untuk orang Indonesia, rata-rata anak usia 7-9 tahun memiliki berat badan normal 25 kg dan tinggi badan 120 cm. Keponakan ibu usia 7 tahun 2 bulan, menurut berat badan terhadap umur, saat ini termasuk berat badan kurang.

• Energi: 1.800 kkal • Protein: 45 gram

• Kalsium 600 mg

• Zat besi 10 mg Panduan pendampingan makan memperhatikan: 3 J dan 1 A yaitu:

• Jumlah: porsi sesuai kebutuhan tubuh anak

• Jenis: nasi, roti, sayur, buah, lauk pauk (hewani dan nabati) serta susu)

• Jadwal: 3 kali makan besar dan 2-3 kali makan sehat

• Seorang pria; tidak dikonsumsi pewarna buatan, tidak basi, tidak kadaluarsa

Catatan:

• Kebiasaan makan terdiri dari ananda belajar makan padat menyelesaikan diusia 6 bulan-12 bulan, yang dilengkapi dengan beragam makanan diusia balita hingga dewasa.

• Diperlukan usaha dan kesabaran untuk memulai memperkenalkan kembali beragam makanan khusus buah dan sayuran.

• Di saat waktu luang, perkenalkan ananda pada sayuran dan buah dengan belajar melalui buku atau belajar langsung kompilasi di pasar / supermarket.

• Pilih beragam buah matang (pepaya, manga, melon, pisang, alpukat, semangka, jeruk) -potong kecil-kecil, dapat ditambahkan jeli atau agar-agar dan sedikit gula pasir; bisa disajikan dalam bentuk jus atau selada buah yang ditambah keju dan susu manis.

• Pilih sayuran berwarna cerah dan padat (wortel / brokoli / sawi / labu kuning, bunga kol, buncis muda, bayam) dipotong kecil-kecil yang ditambahkan pada mie atau lauk kesukaannya.

• Ajak anak makan bersama keluarga. Makan bersama di tempat yang nyaman dan menyenangkan, berikan contoh anak dengan makan yang sehat dan bervariasi juga untuk orang tuanya. 

• memakan jadwal makan yaitu 3 kali makan besar dan 3 kali snack sehat atau camilan.

• Tidak mencemooh atau memarahi jika anak makan masih belum mau makan buah dan sayuran.

• Karbohidrat: nasi / roti / mie / kentang / pasta untuk zat tenaga dan memberi rasa kenyang

• Protein: lauk hewani (telur, ikan, daging sapi, ayam / bebek, susu sapi); lauk nabati (tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, kacang kedele, susu kedele) untuk zat pertumbuhan, antibodi dan daya tahan tubuh

• Vitamin dan mineral: buah-buahan matang dan sayuran berwarna cerah sebagai zat pengatur dan pelindung serta sumber serat

• Lemak: minyak, susu, keju untuk zat tenaga, pelarut Vitamin A, D, E, K dan menambah rasa makanan Jumlah porsi yang ditambahkan dalam sehari untuk ananda:

• Nasi lunak: 3 piring (1 piring kira-kira 12 sdm)

• Lauk hewani: 3 porsi (ukuran porsi, ayam, ikan kurang lebih dari kotak korek api) telur ayam perporsi 1 butir

• Lauk nabati: 1 porsi (1 mangkok sedang bubur kacang hijau) atau tahu 2 potong sedang

• Sayur: 2 porsi atau 2 mangkuk sedang –potong kecil-kecil

• Buah: 2 porsi contoh 1 jeruk sedang dan setengah mangkok pepaya potong; 100

• Susu: 3 gelas: @ 200 ml = 400-600 ml

• Minyak secukupnya untuk menggoreng atau menumis Contoh menu:

06.00: susu 1 gelas 200 ml Pagi selai

07.00: nasi goreng + wortel + telur ceplok: 1 piring Pagi   

jam 10.00: bekal sekolah: roti manis dan susu kotak 200 ml

Siang jam 12.00: nasi putih + ayam goreng + sup sayuran1 mangkok Snack

jam 15.00; jeruk peras 1 gelas atau pepaya dan jeli Snack

jam 16.00: bubur kacang hijau 1 mangkok

Sore selai 18.00: nasi putih + ayam goreng + cah brokoli

Malam jam 20.00: susu 1 gelas 200 ml

Catatan:

• Dianjurkan untuk membuat catatan apa saja yang dimakan ananda dan jumlah porsinya setiap hari lalu dibandingkan dengan anjuran makan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya telah terpenuhi.

Dengan memastikan ananda makan dengan porsi yang cukup setiap hari diharapkan berat badannya naik dan tumbuh sehat.

• Bila ananda tidak mau makan lengkap dan porsinya matang terus dalam waktu 1 minggu dapat menghubungi dokter anak atau ahli gizi terdekat.