Cara Ekstrem Mengobati Migrain Zaman Dulu

Cara Ekstrem Mengobati Migrain Zaman Dulu

Cara Ekstrem Mengobati Migrain Zaman Dulu, – Sejak zaman dahulu kala, praktik medis memiliki tempat tersendiri di kalangan masyarakat. Warga percaya bahwa dokter ataupun dukun memiliki kekuatan mutlak untuk menyembuhkan penyakit.

Akan tetapi, beberapa praktik pengobatan di masa lalu kadang terdengar tak masuk akal bagi masyarakat di masa kini.

Melansir dari http://manutdnetwork.com/, Migrain biasanya lebih dari sekadar sakit kepala. Kamu akan merasakan sakit yang berdenyut-denyut yang biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja. Selain itu, gejala lainnya adalah mual dan sensitif terhadap bunyi dan cahaya.

Apa yang kamu lakukan jika sakit kepala sebelah ini menyerang? Pada umumnya orang akan minum obat baik sebagai pencegahan atau untuk mengobati.

Dahulu, sejumlah alat-alat hingga zat berbahaya digunakan tanpa memikir dua kali efek apa yang ditimbulkan. Meski rasa sakit hilang, namun nyawa ikut melayang akibat pengobatan ini.

Bloodletting

Bloodletting adalah pengobatan dengan mengeluarkan darah dari lengan, baik menggunakan lintah maupun pisau bedah. Ahli kesehatan Yunani memiliki cara bloodletting yang berbeda, yaitu dengan menusukkan bulu angsa ke hidung pasien dan mendorongnya masuk hingga darah mengalir.

Orang percaya bahwa sakit, termasuk migrain disebabkan karena ketidakseimbangan cairan pada tubuh. Bloodletting pun berfungsi untuk menyeimbangkannya. Praktik ini terus digunakan hingga akhir abad ke-18.

Trepanasi

Trepanasi adalah salah satu praktik operasi tertua di dunia. Masyarakat di abad ke-16 percaya bahwa metode ini bisa mengobati migrain. Caranya adalah dengan memotong bagian dari tempurung kepala dan mengekspos jaringan otak untuk mengobati cedera.

Petrus Forestus, seorang dokter Belanda pernah melakukannya pada pasien migrain kronis. Saat pembedahan, ia menemukan bahwa ada cacing hitam di dalam jaringan otak pasien tersebut. Namun di tahun 2010 ilmuwan mengatakan bahwa penyakit tersebut bukanlah migrain, melainkan hematoma.

Menggunakan ikan listrik

Jauh sebelum para ilmuwan menemukan listrik, dokter merekomendasikannya sebagai pengobatan untuk migrain. Ia adalah Scribonius Largus. Saat melihat ikan torpedo atau ikan pari listrik, ia memprediksi bahwa sengatan yang dihasilkan akan berguna untuk meredakan sakit kepala dan encok. Caranya adalah dengan menaruh satu tangan di atas kepala dan satu lagi di atas ikan listrik.

Menggunakan bawang putih

Jika kamu mengira kamu harus memakan bawang putih, kamu salah. Abu Al-Qasim, seorang dokter di abad ke-11 adalah orang pertama yang melakukan metode ini untuk meredakan migrain. Caranya cukup ekstrem, yaitu dengan menempelkan irisan bawang putih di atas pelipis yang telah disayat sebelumnya. Setelah itu, tekan dan biarkan bawang menempel hingga 15 jam.

Luka kemudian dibiarkan selama dua hingga tiga hari, lalu oleskan kapas yang dibasahi dengan mentega ke atasnya sampai bernanah. Begitu nanah mengalir, dokter akan membakar sayatan dengan besi panas untuk mencegah infeksi.