Risiko Kesehatan Terlalu Sering Memakai Celana Jeans

Risiko Kesehatan Terlalu Sering Memakai Celana Jeans

Risiko Kesehatan Terlalu Sering Memakai Celana Jeans – Celana jeans sehari-hari digunakan oleh banyak orang, baik dari perempuan maupun laki-laki. Alasannya, karena praktis, modelnya beragam dan bisa dipadupadankan dengan pakaian apapun. Meski tren mode bergonta-ganti dengan cepat, nyatanya celana jeans tetap tak lekang oleh waktu.

Namun, memakai celana jeans terlalu sering membawa efek buruk bagi kesehatan. Apalagi, jika kita memakai celana jeans yang terlalu ketat.

1. Mari mengenal tentang tight pants syndrome

Sering merasakan ketidaknyamanan pada perut ketika kita memakai celana jeans? Bisa jadi, kamu mengalami tight pants syndrome! Sindrom ini umum dialami 2-3 jam setelah makan dan dalam keadaan memakai celana yang ketat, ungkap Dr Michael Roizen, MD dalam laman Share Care.

Wajarnya, kita memakai celana dengan ukuran 3 inci lebih besar dari ukuran perut kita. Ini karena ketika kita selesai makan, perut kita akan mengembang ke depan sementara. Jika celana kita terlalu ketat, ini akan menimbulkan efek sesak dan tidak nyaman di perut.

2. Memunculkan ruam merah yang gatal di beberapa bagian tubuh

Memakai celana jeans yang terlalu ketat juga bisa menimbulkan ruam merah yang gatal. Ini biasanya muncul dbagian paha, lalu merambat ke area selangkangan dan pantat. Penyebabnya karena celana jeans yang ketat bisa menyebabkan gesekan pada kulit, lembap dan menimbulkan keringat berlebih, tutur laman HealthiNation.

Jamur dan bakteri yang berkembang lama-kelamaan akan menginfeksi kulit. Tak heran, jika kita mengalami gatal-gatal serta ruam merah yang muncul kulit. Jika ini terjadi, segera atasi dengan krim anti jamur dan gunakan celana yang longgar untuk sementara.

3. Celana jeans ketat berbahaya bagi alat kelamin perempuan

Bagi kaum hawa, berhati-hatilah dan jangan terlalu sering memakai celana jeans ketat. Pasalnya, ini akan memicu munculnya vulvodynia. Penyakit ini adalah kelainan nyeri pada vulva (area luar vagina) yang menyebabkan berdenyut, menyengat, sensasi terbakar dan gatal-gatal, ungkap laman HealthiNation.

Ada beberapa tips untuk menghindari vulvodynia, yaitu jangan mengenakan pakaian dalam terlalu ketat, sering berganti celana dalam, bersihkan pangkal paha dengan pembersih tanpa wewangian, mengenakan celana yang longgar dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Jangan lupa, ketika selesai buang air kecil, selalu bersihkan dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya.

4. Menyebabkan munculnya infeksi jamur

Lagi-lagi, celana jeans ketat bisa menyebabkan gatal-gatal. Ini menyebabkan munculnya infeksi jamur (thrush), terlebih pada area selangkangan. Hal ini bisa hindari dengan cara tidak mengenakan celana yang ketat atau berukuran lebih kecil dari size kita, jelas laman BBC.

Dalam beberapa kasus, ini bisa menyebabkan mati rasa, kesemutan dan ketidaknyaman pada paha. Oleh karena itu, disarankan untuk memakai celana yang longgar untuk mencegah timbulnya infeksi ini.

5. Celana jeans ketat memengaruhi jumlah sperma laki-laki

Bukan hanya perempuan yang merasakan efek buruk memakai celana jeans yang terlalu ketat. Laki-laki pun turut merasakannya. Menurut berbagai studi, celana jeans ketat dapat memengaruhi jumlah dan kualitas sperma. Hal ini karena suhu pada testis terlalu panas dan membuat sperma rusak, terang laman BBC.

Oleh karena itu, tidak menganjurkan untuk terlalu sering memakai celana jeans ketat. Hal ini akan memengaruhi kesuburan pada pria. Maka, jagalah kesehatan reproduksimu baik-baik.