Sejak Maret 2019 Covid-19 Telah Ada

Sejak Maret 2019 Covid-19 Telah Ada

Sejak Maret 2019 Covid-19 Telah Ada –  Spanyol melaporkan tak ada korban jiwa yang meninggal karena terinfeksi virus corona dalam dua hari terakhir. Kementerian Kesehatan Spanyol juga melaporkan adanya kurva penurunan harian kasus Covid-19.

Kepala Pusat Koordinasi untuk Peringatan Kesehatan dan Keadaan Darurat Spanyol, Fernando Simon mengatakan pekan lalu total ada 34 pasien meninggal karena corona.

Hingga saat ini data statistik Worldometers mencatat 27.127 kematian karena corona di Spanyol. Sementara total kasus Covid-19 di Negeri Matador sejauh ini mencapai 287.012.

Ahli virologi Spanyol menemukan jejak virus Corona baru dalam sampel air limbah Barcelona yang dikumpulkan pada Maret 2019. Sembilan bulan sebelum penyakit COVID-19 diidentifikasi di China, kata peneliti di Universitas Barcelona.

Penemuan genom virus sangat awal di Spanyol, yang jika dikonfirmasi, akan menyiratkan penyakit ini mungkin telah muncul jauh lebih awal dari yang diperkirakan para ahli.

Tim Universitas Barcelona, yang telah menguji air limbah sejak pertengahan April 2020 untuk mengidentifikasi potensi wabah baru, memutuskan untuk juga melakukan tes pada sampel limbah yang usianya lebih lama.

Mereka pertama kali menemukan virus itu hadir di Barcelona pada 15 Januari 2020, 41 hari sebelum kasus pertama dilaporkan secara resmi di sana.

Simon mengingatkan adanya inkonsistensi data setelah kementerian kesehatan menggunakan metode baru untuk melacak kasus.

Kendati tidak ada laporan tambahan pasien meninggal, Simon tetap menekankan agar masyarakat tetap mewaspadai penularan virus corona.

Kemudian mereka menjalankan uji pada sampel yang diambil antara Januari 2018 dan Desember 2019, menemukan keberadaan genom virus di salah satu dari sampel, pada 12 Maret 2019.

“Tingkat SARS-CoV-2 rendah tetapi positif,” kata pemimpin penelitian Albert Bosch dikutip dari Reuters.

Spanyol telah melonggarkan lockdown dalam beberapa pekan terakhir untuk memulihkan perekonomian. Mulai Juli Spanyol menerima kedatangan turis asing dan pertandingan sepak bola La Liga kembali berlaga mulai 8 Juni.

Selain Italia, Spanyol merupakan negara di Eropa yang sempat mencatat lonjakan kasus corona dalam dua bulan terakhir. Kini Spanyol menjadi negara dengan kasus corona tertinggi keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Brasil, dan Rusia.

Bosch, yang adalah presiden Perhimpunan Ahli Virologi Spanyol, mengatakan bahwa deteksi dini bahkan pada bulan Januari dapat meningkatkan respons terhadap pandemi. Sebaliknya, pasien mungkin salah didiagnosis dengan flu biasa, berkontribusi pada penularan komunitas sebelum tindakan diambil.

Namun Dr Joan Ramon Villalbi dari Administrasi Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi Masyarakat Spanyol bahwa masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang pasti.

“Ketika itu hanya satu hasil, Anda selalu ingin lebih banyak data, lebih banyak penelitian, lebih banyak sampel untuk mengonfirmasi dan mengesampingkan kesalahan laboratorium atau masalah metodologis,” katanya.

Prof. Gertjan Medema dari KWR Water Research Institute di Belanda, yang timnya mulai menggunakan uji coronavirus pada air limbah pada Februari, menyarankan kelompok Barcelona perlu mengulangi tes untuk memastikan itu benar-benar virus SARS-CoV-2.

Kasus corona global saat ini telah mencapai 6.477.966 yang telah menyebar di 215 negara.

Angka kematian akibat virus SARS-nCov-2 kini mencapai 382.188, sementara pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 3.009.648 orang.

Amerika Serikat hingga kini berada di uruta pertama kasus dan kematian tertinggi akibat corona. Sebanyak 1.881.205 kasus corona dengan 108.059 kematian, dan 645.974 pasien sembuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *